Teka-teki
Aliena
Mentari pagi yang cerah menyinari Planet
Tuka-tuki. Seketika terbangunlah seorang alien mungil nan cantik bernama
Aliena. “ho.aa.m..” Aliena menguap lebar. “Aliena, cepat mandi dan siap-siap
sekolah, ya!” kata mama mengingatkan. “iya, ma!” jawab Aliena. Aliena segera
mandi dan bersiap-siap. Setelah makan dan siap bersekolah Aliena pun berangkat
menggunakan UFO miliknya. Di planet
Aliena setiap alien wajib mempunyai satu UFO.
“ngi...ng..” UFO Aliena melaju dengan
cepatnya. Dan dengan cepat pula ia sampai di sekolahnya, Sekolah Serbalien. Di
sekolah Serbalien semua murid memakai pakaian bebas dan semuanya wajib datang
sebelum pukul tujuh lebih empat puluh lima menit. “huh, untung belum
terlambat...” dengus Aliena lega. “Aliena!!! cepat masuk! Ayo, kita udah mau
masuk, mau doa, nih!” panggil Kweyna, teman Aliena. Aliena segera berlari dan
cepat-cepat masuk kedalam kelasnya yaitu kelas tiga Ameina yang sekelasnya berisi
anak perempuan.
“anak-anak
sekian dulu pelajaran matematika ini. Wassalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh” kata Bu Sindra mengakhiri pelajaran. Anak-anak serentak menjawab,
“wa’alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh” “huh, akhirnya selesai juga
pelajaran ini...” lagi-lagi Aliena mendengus lega. Sebenarnya Aliena tidak
terlalu suka dengan pelajaran matematika karena rumit dan membingungkan.” Lien,
kita jajan di waroeng Oezli, yuk!” ajak Kweyna. Aliena mengangguk dan berkata,
“yuk!” mereka pun pergi ke warung itu dengan bersenandung ala sahabat dengan
fersi mereka sendiri.
“cring...cring...”
suara uang yang dimasukkan Aliena ke dalam celengan kelincinya terdengar
bergemerincing. “aku harap uang ini cukup
untuk.....” desah Aliena pelan yang kelihatannya menyimpan sebuah rahasia.”ah,
sudahlah...” pikirnya lagi. Oh, ya hari ini tanggal sepuluh Desember tahun dua
ribu sepuluh. Ya... hari biasa, lah. Tetapi sebenarnya apa yang akan di lakukan
oleh Aliena? Dan untuk apa tujuannya? Sangat mencurigakan, bukan? Kalo masih
penasaran bacalah kelanjutan ceritanya!
Tanggal lima belas Desember...
Aliena
membuka celengan kelinci kesayangannya. Dengan sigap ia mengambil uang dari
celengan tersebut. Dan Aliena menghitung uang-uang itu dengan teliti, “delapan
ratus empat puluh tujuh ribu, delapan ratus empat puluh delapan ribu, delapan
ratus sembilan puluh ribu, delapan ratus lima puluh ribu rupiah. wah,
Alhamdulillah! Insya Allah bisa buat beli benda yang bagus itu, tuh!” Aliena
tersenyum senang penuh kerahasiaan. Aliena langsung menyimpan uang yang
jumlahnya cukup banyak itu ke dalam dompet ungu hadiah ulang tahunnya dari
Kweyna. Masih dengan senyumnya Aliena bergegas menuju ruang makan untuk makan
malam bersama keluarga tercinta.
Hari
semakin terasa cepat saja berlalu. Karena saat ini sudah tanggal dua puluh Desember. Hari ini
adalah hari minggu yang artinya hari libur. Aliena berencana dengan papa untuk
pergi berjalan-jalan ke kota. Sepertinya rencana ini telah dibuat pada
jauh-jauh hari. Semuanya penasaran, sebenarnya untuk apakah rencana itu?
“pa, kita jadi, kan berangkat? Ke kota untuk p..ss..st..
s..t, kan?” tanya Aliena sambil berbisik. “iya tenang aja!” jawab papa setengah
berbisik. Dengan mengendarai UFO
double mereka pergi ke kota. Sesampainya di sana mereka berjalan-jalan dan
masuk ke beberapa toko untuk membeli barang dari toko tersebut atau hanya
sekedar melihat-lihat saja. Sesampainya di rumah Aliena dan papa memberikan
oleh-oleh dari kota, tetapi hanya satu barang yang tidak diberikan. Sebenarnya
benda apakah itu?
Saat
ini malam tanggal dua puluh satu Desember. Besok mama akan pergi untuk tugas di
luar kota. Mama akan pergi dari pagi hingga malam. “mama akan pulang jam
berapa, besok?” tanya Aliena penasaran. “kira-kira sampai jam sepuluh atau sebelas
malam. Memangnya ada apa, sayang?” mama balik bertanya. “nggak pa-pa cuma nanya
aja, kok!” jawab Aliena tersenyum manis yang lalu berlari menuju papa dan
terlihat sedang membisikkan sesuatu.
“Mama
berangkat, ya! Jaga diri baik-baik, kalo mau makan udah ada di lemari dapur.
Assalamu’alaikum. Dadah.......muah....” salam Mama sambil kiss bye dan lalu masuk ke mobil. “wa’alaikummussalam. Dah, ma.....”
jawab Aliena sambil melambaikan tangannya. Kini tinggalah Aliena dan Papa.
Mereka sepertinya dengan senang menjalankan
suatu rencana hingga sore menjelang malam tiba. Setelah semua selesai mereka
segera berkemas dan segera membersihkan diri.
“Kriiek...
Assalamu’alaikum. mama pulang!” ucap mama yang terlihat letih. “SELAMAT HARI
IBU!!!!!!” ucap Aliena dan papa bersamaan sambil membawa kue tart bertuliskan “SELAMAT
HARI IBU, MAMA!!”. Rupanya mereka merencanakan hal ini selama beberapa minggu
lalu. Dan Mama ternyata juga lupa bahwa ini tanggal dua puluh dua Desember, ya,
hari ibu. ”wah, terima kasih, Aliena, Papa!” jawab Mama terharu. “mama, ini,
untuk mama..” kata Aliena sambil memberikan sesuatu yang terdapat di dalam
sebuah kotak merah berbentuk hati. Mama meraih hadiah dari Aliena. Di bukanya kotak itu. Ternyata isinya adalah
cincin emas nan mungil dengan hiasan berbentuk bunga. Sangat.... indah.... ternyata
Aliena membelinya saat pergi ke kota dan membeli emas itu memakai uang
tabungannya. “terima kasih, sayang!! Hadiah ini...sanga..at....inda..ah..
makasih banget, ya!!” Aliena hanya mengangguk lalu memeluk mamanya dengan
terharu. ”Aliena sayang sekali sama mama... I LOVE U MOM” Aliena membuat mama
menangis bahagia. Malam itu adalah malam terindah bagi keluarga Aliena.
Untuk
seluruh ibu di dunia, dan bahkan juga di seluruh alam semesta, Aliena
mengucapkan, “SELAMAT HARI IBU!!!!!”
Puisi untuk ibu
Malaikatku...
Engkau hal terbaik yang diberikan Allah kepadaku...
Eangkau yang selalu menjagaku...
Dengan kasih sayangmu kau belai aku dan kau buat aku tenang..
Dan dengan senyuman manismu kau buat aku senang
Kaulah ibu...
Malaikat terbaik sepanjang masa..
Terbaik dari yang terbaik..
Dengan apapun juga ku tak mungkin membalas jasa-jasamu..
Terima
kasih ibu atas segala jasamu.....
I LOVE U MY
MOTHER...
-SELESAI-
Waahhh asik sekali ceritanya
BalasHapusKapan ni mau buat cerita lagi?
BalasHapus