Minggu, 22 Desember 2013

Tulisanku: Teka-Teki Aliena

                     
Teka-teki Aliena
          Mentari pagi yang cerah menyinari Planet Tuka-tuki. Seketika terbangunlah seorang alien mungil nan cantik bernama Aliena. “ho.aa.m..” Aliena menguap lebar. “Aliena, cepat mandi dan siap-siap sekolah, ya!” kata mama mengingatkan. “iya, ma!” jawab Aliena. Aliena segera mandi dan bersiap-siap. Setelah makan dan siap bersekolah Aliena pun berangkat menggunakan UFO miliknya. Di planet Aliena setiap alien wajib mempunyai satu UFO. “ngi...ng..” UFO Aliena melaju dengan cepatnya. Dan dengan cepat pula ia sampai di sekolahnya, Sekolah Serbalien. Di sekolah Serbalien semua murid memakai pakaian bebas dan semuanya wajib datang sebelum pukul tujuh lebih empat puluh lima menit. “huh, untung belum terlambat...” dengus Aliena lega. “Aliena!!! cepat masuk! Ayo, kita udah mau masuk, mau doa, nih!” panggil Kweyna, teman Aliena. Aliena segera berlari dan cepat-cepat masuk kedalam kelasnya yaitu kelas tiga Ameina yang sekelasnya berisi anak perempuan.
          “anak-anak sekian dulu pelajaran matematika ini. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” kata Bu Sindra mengakhiri pelajaran. Anak-anak serentak menjawab, “wa’alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh” “huh, akhirnya selesai juga pelajaran ini...” lagi-lagi Aliena mendengus lega. Sebenarnya Aliena tidak terlalu suka dengan pelajaran matematika karena rumit dan membingungkan.” Lien, kita jajan di waroeng Oezli, yuk!” ajak Kweyna. Aliena mengangguk dan berkata, “yuk!” mereka pun pergi ke warung itu dengan bersenandung ala sahabat dengan fersi mereka sendiri.
          “cring...cring...” suara uang yang dimasukkan Aliena ke dalam celengan kelincinya terdengar bergemerincing. “aku harap uang ini cukup untuk.....” desah Aliena pelan yang kelihatannya menyimpan sebuah rahasia.”ah, sudahlah...” pikirnya lagi. Oh, ya hari ini tanggal sepuluh Desember tahun dua ribu sepuluh. Ya... hari biasa, lah. Tetapi sebenarnya apa yang akan di lakukan oleh Aliena? Dan untuk apa tujuannya? Sangat mencurigakan, bukan? Kalo masih penasaran bacalah kelanjutan ceritanya!
Tanggal lima belas Desember...
          Aliena membuka celengan kelinci kesayangannya. Dengan sigap ia mengambil uang dari celengan tersebut. Dan Aliena menghitung uang-uang itu dengan teliti, “delapan ratus empat puluh tujuh ribu, delapan ratus empat puluh delapan ribu, delapan ratus sembilan puluh ribu, delapan ratus lima puluh ribu rupiah. wah, Alhamdulillah! Insya Allah bisa buat beli benda yang bagus itu, tuh!” Aliena tersenyum senang penuh kerahasiaan. Aliena langsung menyimpan uang yang jumlahnya cukup banyak itu ke dalam dompet ungu hadiah ulang tahunnya dari Kweyna. Masih dengan senyumnya Aliena bergegas menuju ruang makan untuk makan malam bersama keluarga tercinta.
          Hari semakin terasa cepat saja berlalu. Karena saat ini  sudah tanggal dua puluh Desember. Hari ini adalah hari minggu yang artinya hari libur. Aliena berencana dengan papa untuk pergi berjalan-jalan ke kota. Sepertinya rencana ini telah dibuat pada jauh-jauh hari. Semuanya penasaran, sebenarnya untuk apakah rencana itu?
           “pa, kita jadi, kan berangkat? Ke kota untuk p..ss..st.. s..t, kan?” tanya Aliena sambil berbisik. “iya tenang aja!” jawab papa setengah berbisik. Dengan mengendarai UFO double mereka pergi ke kota. Sesampainya di sana mereka berjalan-jalan dan masuk ke beberapa toko untuk membeli barang dari toko tersebut atau hanya sekedar melihat-lihat saja. Sesampainya di rumah Aliena dan papa memberikan oleh-oleh dari kota, tetapi hanya satu barang yang tidak diberikan. Sebenarnya benda apakah itu?
          Saat ini malam tanggal dua puluh satu Desember. Besok mama akan pergi untuk tugas di luar kota. Mama akan pergi dari pagi hingga malam. “mama akan pulang jam berapa, besok?” tanya Aliena penasaran. “kira-kira sampai jam sepuluh atau sebelas malam. Memangnya ada apa, sayang?” mama balik bertanya. “nggak pa-pa cuma nanya aja, kok!” jawab Aliena tersenyum manis yang lalu berlari menuju papa dan terlihat sedang membisikkan sesuatu.
          “Mama berangkat, ya! Jaga diri baik-baik, kalo mau makan udah ada di lemari dapur. Assalamu’alaikum. Dadah.......muah....” salam Mama sambil kiss bye dan lalu masuk ke mobil. “wa’alaikummussalam. Dah, ma.....” jawab Aliena sambil melambaikan tangannya. Kini tinggalah Aliena dan Papa. Mereka sepertinya  dengan senang menjalankan suatu rencana hingga sore menjelang malam tiba. Setelah semua selesai mereka segera berkemas dan segera membersihkan diri.
          “Kriiek... Assalamu’alaikum. mama pulang!” ucap mama yang terlihat letih. “SELAMAT HARI IBU!!!!!!” ucap Aliena dan papa bersamaan sambil membawa kue tart bertuliskan “SELAMAT HARI IBU, MAMA!!”. Rupanya mereka merencanakan hal ini selama beberapa minggu lalu. Dan Mama ternyata juga lupa bahwa ini tanggal dua puluh dua Desember, ya, hari ibu. ”wah, terima kasih, Aliena, Papa!” jawab Mama terharu. “mama, ini, untuk mama..” kata Aliena sambil memberikan sesuatu yang terdapat di dalam sebuah kotak merah berbentuk hati. Mama meraih hadiah dari Aliena. Di  bukanya kotak itu. Ternyata isinya adalah cincin emas nan mungil dengan hiasan  berbentuk bunga. Sangat.... indah.... ternyata Aliena membelinya saat pergi ke kota dan membeli emas itu memakai uang tabungannya. “terima kasih, sayang!! Hadiah ini...sanga..at....inda..ah.. makasih banget, ya!!” Aliena hanya mengangguk lalu memeluk mamanya dengan terharu. ”Aliena sayang sekali sama mama... I LOVE U MOM” Aliena membuat mama menangis bahagia. Malam itu adalah malam terindah bagi keluarga Aliena.
Untuk seluruh ibu di dunia, dan bahkan juga di seluruh alam semesta, Aliena mengucapkan, “SELAMAT HARI IBU!!!!!”
Puisi untuk ibu
Malaikatku...
Engkau hal terbaik yang diberikan Allah kepadaku...
Eangkau yang selalu menjagaku...
          Dengan kasih sayangmu kau belai aku dan kau buat aku tenang..
Dan dengan senyuman manismu kau buat aku senang
Kaulah ibu...
Malaikat terbaik sepanjang masa..
Terbaik dari yang terbaik..
Dengan apapun juga ku tak mungkin membalas jasa-jasamu..
          Terima kasih ibu atas segala jasamu.....
          I LOVE U MY MOTHER...
-SELESAI-